Posted by: jalanisaja | May 27, 2008

pada sebuah pantai

kita memang bersandar pada apa yang mungkin

kekal, mungkin pula tak kekal

kita memang bersandar pada mungkin

kita bersandar pada angin

 

dan tak pernah bertanya, untuk apa?

tidak semua, memang, bisa ditanya untuk apa

 

(Pada Sebuah Pantai: Interlude karya Goenawan Muhammad, 1976)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.