~seumpama cinta, aku tetap tak peduli ~
beberapa hari terakhir, sebagian teman mengeluh… via email dan chat mereka mengajukan keberatan… keberatan soal bahasa blog ini yang keberatan… meskipun sebenarnya aku ingin menggugat keluhan mereka—benarkah ini berat?–, aku mencoba mengamokodir permintaan itu bentuk tulisan ini…
awalnya aku pusing: benarkah ini berat? jika memang benar ini berat, lalu seperti apa yang enteng itu? lalu dengan ini aku berspekulasi: aku berasumsi bahwa pembahasan soal cinta adalah sesuatu yang enteng dan bisa dilakukan semua orang. betul kan? adakah yang lebih enak untuk dibicarakan selain cinta, dan pengkhianatan…
kata orang, cinta itu universal. menurutku siy ga juga. cinta “hanya kebetulan” mampu menjadi bahasa pemersatu. cinta sendiri sebenernya memiliki wajah yang sangat banyak. cinta yang dialami orang pun berbeda-beda, dari yang bahagia berdua selama-lamanya hingga kasus pembunuhan atas nama cinta, persamaannya adalah mereka sama-sama menyebut yg mereka rasakan itu dengan bahasa yang sama: cinta. sekali lagi, dalam kasus ini cinta menjadi bahasa pemersatu (gimana klo buat kongres pemuda jilid III untuk mengamandemen butir ke tiga sumpah pemuda: kami putra-putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa cinta…)
kembali soal cinta. berandai-andai ada surat di Quran yang bernama cinta, mungkin dua ayat pertama berbunyi: Cinta. Tahukah kamu apakah cinta itu? entahlah, banyak yang mendefinisikan cinta (dengan definisi yang berbeda-beda juga), banyak juga yang menolak mendefinisikan. kata mereka yang menolak itu, cinta tidak butuh definisi karena jika semua hal harus didefinisikan, lantas apa definisi dari definisi?
apapun cinta itu, yang jelas cinta adalah sesuatu yang bisa dirasakan dan (meskipun acapkali menyakitkan namun tetap) dinanti-nanti. jadi, mari bercinta. maksudku, mari bicara cinta…
waduh dod, menurutku kok kamu terkesan sinis banget ya pas nulis this writing entitled “mari bicara cinta”..kayanya nggak rela gitu…
emang sih jadi aneh, biasa nulis yang “berat” trus nulis sesuatu yang “enteng” menurutmu, jadi bukan kamu banget hehehheheh…
the most important thing is…cinta itu tidak menyakitkan sama sekali…keindahannya akan tetap selalu sama, dari dulu, sekarang, dan selamanya…wekekekekk, aneh banget ya commentku…kebanyakan omong kosong and nggak mutu, but that’s me….hahahhhhah…selamat datang cinta, have a long long journey of love!!!
By: Nadia on April 5, 2008
at 3:09 am
ckckckc berat juga ni temen satuku ini hehehehe.. dari kuliah mpe sekarang sama aja.. dunia tanpa kasih sayang dan cinta bisa hampa dod heheheheheh jadi sok puitis ni aku.. tapi yang paling penting adalah bagaimana kita “memanage” cinta dan kasih sayang itu dengan benar supaya tujuan hidup kita dapat tercapai secara efektif dan efisien,lohhh kok jadi pelajaran mata kuliah lagi ya hahahaha..
oiya, jangan jadi budak cinta dan kasih sayang ya,tapi kita yang mengendalikan cinta dan kasih sayang huhuhuhuhu…
By: buDi on April 5, 2008
at 8:20 am
CINTA ITU BAGAIKAN AIR.. BIARKAN CINTA MENGALIR BAGAIKAN AIR. BIARKAN CINTA MENJILATI HATI KITA BAGAIKAN KOBARAN API. CINTA JANGAN DIPADAMKAN, KARENA CINTA MEMBUTUHKAN PENGORBANAN. JADI JALANI SAJA CINTA ITU…
By: erigattuso on April 7, 2008
at 7:52 am
dod…kw ngomong tentang cinta wae ki jek tetep abot isine…
mending nek meh ngomong tentang cinta karo aku wae…
hahahahahhaha…
cinta memang memiiki banyak rupa, depends on the person that feels it, tapi satu yg gw tau…cinta itu tidak buta, yang membutakan adalah dia yang menempatkan cinta diatas segalanya…jangan pernah menyalahkan cinta atas kejadian yang menimpa kita, karna bukan cinta yg menyakiti, tapi salahkanlah diri kita terluka karena cinta.
damn i’m wise!!!! hahahahahaha…..
butuh konsultasi cinta ra dod? ketoke kw jek depresi…hahahaha…
By: malink on April 7, 2008
at 3:32 pm
oiyo…comment ku ora bahasa inggris to!!!
By: malink on April 7, 2008
at 3:46 pm
my ideas about “love”, mungkin itu cm kesalahan identifikasi saja. mungkin cinta itu g ada. mungkin sesuatu yg kita anggap “cinta” itu sebenernya bukan cinta. bisa aja itu cm “horny” yang otak kita salah ketik jadi “cinta” pada saat proses identifikasinya. hahahaha…
By: niaaaa on April 9, 2008
at 7:56 am
cinta2… deritanya taiada akhir, itu kata pat kai..
cinta ya ga tahulah…yang penting jalani aja seperti adanya. yen kakehan mikir cinta malah mumet yo po ra.. biarkan berjaln sesuai dengan jalannya masing2..
By: dick on June 9, 2008
at 8:11 am
wanita bukan untuk d mengerti tp untuk d cintai, tidak pula untuk d nikmati melainkan tuk d kasihi.
@malink
sepakat!! gak ad tuh cwo bcara cinta, yg ad plg juga horny. hahaha..
life is game, romance is game. if youre man dies. just hit the button, and play again.
-the master wanna be-
By: venusianartist on July 5, 2008
at 4:56 am
Love is patient,love is kind.it does not envy,it does not boast, it is not proud. It does not dishonor others, it is not self seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrong, rejoices the truth, it always protect, always trust, always hopes, always preserves….. 1 Corinthians 13-4-7
By: nia on August 23, 2011
at 7:06 am