Posted by: jalanisaja | March 26, 2008

memeluk kesunyian

people become stronger, because they have memories they can’t forget. that’s what you called “growth”. 

lama berhenti menulis, kini mulai lagi. titik tolak memulai lagi ini adalah kondisi duka, nestapa, lara, drop, down, atau apapun orang menyebutnya. mungkin benar bahwa ketika suka, orang sering terlupa; ketika sedih, orang berbondong-bondong mengingat perih… 

manusia memang kadang harus ditegur dengan keras untuk kembali ingat. mengalami kesakitan memang bukan satu-satunya cara untuk kembali ingat, bahkan mungkin itu merupakan opsi yang terakhir, namun kadang kita memilih untuk membayar dengan sangat mahal untuk sebuah proses ingat… 

ingat, atau dalam bahasa jawa disebut eling, adalah satu kata yang enteng untuk disebut, tidak susah juga untuk dilaksanakan, namun jarang yang mau melaksanakannya. saat ini memang sedang ngetrend orang melakukan satu hal yang remeh temeh, tidak berbobot, namun mahal secara ekonomis.. 

eling, yang untuk melaksanakannya sebenarnya sangat low-cost, mungkin merupakan salah satu ibadah tertinggi…bayangkan, shalat—ibadah yang begitu diagung-agungkan oleh pemeluk Islam, bahkan disebut2 sebagai tiang agama (imaduddien)—sebenernya “hanya” merupakan sarana/jalan untuk proses ingat. Ash sholatu li dzikri…kata Tuhan, shalatlah engkau untuk mengingat-Ku…di sebuah riwayat disebut bahwa dzikr bil-qalb, ingat dengan hati, atau dalam bahasa Chairil Anwar, mengingat dengan penuh seluruh, dikatakan lebih mulia dari ibadah rutin yang dilaksanakan selama berpuluh-puluh tahun… 

memang pada akhirnya ingat bukan aktivitas-destinasi, bahkan mungkin hanya prasyarat awal untuk semua aktivitas berikutnya…mungkin ingat juga bisa mengubah dunia. skenarionya setiap orang ingat, maka pada akhirnya akan muncul apa yang oleh cerdik cendekia disebut kesadaran kolektif… 

sebenernya tidak ingin membahas yang tinggi-tinggi. sebenernya tulisan ini cuma pengen bilang:

Untuk Tuhan, (berasa kirim-kirim di radio), maafkan jika selama ini aku tidak mengingatMu..maaf juga kalau nanti aku sudah lupa lagi…

Untuk seseorang yang entah aku pengen ingat atau aku pengen lupa, kadang aku mengingatmu dan merasa bodo dengan menganggap bahwa kmu adalah satu-satunya wanita yang pernah eksis di dunia ini… 

tapi sudahlah…proses melupa juga sama tidak mudahnya dengan proses mengingat. Milan Kundera bahkan berpesan bahwa salah satu perjuangan terberat manusia adalah perjuangan ingatan melawan lupa.. oleh karenanya, saya tidak akan memaksa untuk melupa, karena semakin keras usaha melupa justru makin keras proses ingat…berusaha sumeleh, menyerahkan semuanya secara alamiah kepada kuasa sang waktu, semoga waktu bisa banyak membantu, meskipun aku juga tahu tidak semua hal dapat disembuhkan oleh waktu… 

lantas? aku juga tak tahu bagaimana, jalani saja..biarlah lara ini membantuku mendewasa, atau menurut kata-kata di internet yang saya pasang di awal tulisan ini, biar ini semua membantuku untuk tumbuh dan kuat…, tak ingin juga aku menjadi sok kuat a la Chris Angel dengan fav qoute-nya “sesuatu yang tidak bisa membunuhku, pasti bisa menguatkanku”..karena pada akhirnya, aku memutuskan untuk menjadi sekedarnya   


Responses

  1. Smoga kita smua mampu menjadi penelaah dalam stiap masalah, shg kta mampu menghargai pengalaman hidup kita dan menyadari bahwa kita akn menuju ke arah “pendewasaan”. Disini tdk ada ‘penyesalan’, apalagi nada sentimentil (spt judul tulisan ini) karena penghargaan kita yg tinggi dlm menempatkan apa itu pengalaman hidup dan hidup itu seharusnya. Melupakan boleh tidak diambil sebagai pilihan, wlwpun ada dlm opsi hidupmu (tentu sj disesuaikan dengan kemampuan kta u/melupakan dan tergantung kekuatan kenangan itu memeluk hati kita), tetapi tempatkan kenangan itu ditempat yg paling tinggi dan paling dalam dihati kita, dimana ruangan itu berlabel “keikhlasan room” jika dia sudah masuk/naik sedikit banyak kita bisa lebih enteng berjalan krn tidak memikul label “keharusan”(keharusan untuk melupakan)… Percaya kemampuan diri u/ memilih dan terus berjalan, menjadi adaptor dalam hidup berdampingan dan berpasangan. Terimakasih, hai… Orang2 yg pernah ada di sampingku dan menyayangiku penuh. Kalian adalah guru alam pikir bagi aku yg sedang belajar ttg hidup seharusnya menjemput kedewasaan… Kalian akn kuantar beristirahat di ruang keikhlasan hatiku yg terdalam dan tertinggi, agar hanya bisa sebagai pengingat ‘eling2′ dalam menuntun ku ketika aku mengalami hal yang sama…
    I’m Sorry
    Please, forgive me
    I love U
    Thank U

  2. pesan seseorang ke gw : ‘klo lo seneng jgn terlalu senang … begitu juga klo sedih jgn terlalu sedih … pada akhirnya yg indah akan berlalu … apalagi yg sedih …. ‘

    mungkin ga perlu untuk dilupakan.. karena ga mungkin,… bukan juga sok kuat ala Chris Angel.. gw kira fav quotenya doi ‘ Ga ada yg namanya rasa sakit, semua itu cuma pikiran’ heheheh ….

    proses melupa emang itu yg bikin gila plus gregetan … tapi pada titik ini gw sadar ga ada yg perlu dilupa… begitu juga ga ada yg perlu diingat .. toh semua datang dan pergi … kadang ingatan akan suatu hal lebih besar daripada ingatan akan lain hal … ada masanya ingatan itu tergantikan oleh ingatan2 baru ….

    jawabannya semua adalah ‘waktu’ …..semua pasti mengalir…. ga ada yg perlu dilupa… begitu juga jgn dipaksakan diingat… tapi dijadikan semua bagian dari diri kita .. bagian dari ingatan2 .. entah ingatan sakit atau ingatan senang … sampai akhirnya kita sadar, semua ingatan itu ga ngaruh apa2 toh kita masih berdiri disini sekarang berlanjut menjalani hidup …. sampai pada akhirnya hidup juga berakhir :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.