“sebagian manusia biasa menyimpulkan sesuatu meski hanya memiliki sedikit hint, clue. entah apakah itu baik atau tidak, sebagaimana aku juga tidak tahu apakah terlambat mengerti itu baik atau tidak.”
judul di atas memang cenderung menggiring orang untuk menyimpulkan sesuatu. dan simpulan itu mungkin tak jauh-jauh amat dari pikiran tentang sesuatu yang bersifat sentimentil dan mengarah ke orang yang terbiasa mencoba mencari hikmah atas semua yang terjadi:apakah untuk lebih mensyukuri maupun untuk sekedar “menghibur diri”
padahal sebenarnya judul di atas bagi penulis merupakan pertanyaan, sekalipun tanpa tanda tanya. klo dipaksakan menjadi pertanyaan yang lebih familiar mungkin menjadi: apakah mungkin sakit itu dinikmati–tepat pada saat sakit itu dirasakan–?klo bisa, bagaimana caranya?
dan hingga akhirnya tulisan ini ada, pertanyaan menyangkut bagaimana cara menikmati sakit, tak kunjung mendapat jawaban yang menentramkan. soal pertanyaan tentang kemungkinan apakah itu bisa dinikmati, pasti jawabnya adalah mungkin. karena jika hanya ada satu kemungkinan, mana mungkin?
cuman denger sering lupa..coba liat aj ndiri deh mgkn elo akan ingat..tp elo mgkn akan ngerti setelah menjalani dan merasakannya..
By: midasukro on March 27, 2008
at 9:47 am
kalau cuma ada satu, qt tak lg bs menyebutnya kemungkinan bkn? menikmati sakit? sy yakin ada yg tetap bertahan sambil menikmatinya (klo itu tdk mau disbt masokisme). tp sy jg tak kalah yakin, kesakitan bkn utk ditinggali (spt tubuh adl kubur bg jiwa, kata Plato). dua2nya memang mungkin, sama2 alternatif yg bs dijalani. tp klo boleh memilih (dan ini sungguh personal, mana yg membuat qt nyaman), sakit ataupun luka hanyalah titik yg mengantarai kita dgn alam perasaan yg lain. mana mungkin misalnya, sy tahu nikmatnya tawa ktika sy awam thd rasa sakit. singkatnya, bwt apa berlama2 tinggal dlm rasa sakit, lalu menikmatinya? jawabannya sy rasa cukup jelas. ini kmungkinan pertama loh (boleh disebut kedua, ketiga, atau ke 54), meskipun scr kbetulan jd pilihan sy. so, msh ada kmungkinan yg lain.
By: sari on June 7, 2008
at 12:29 pm
klo begitu menikmati sakit bisa juga mengalami kepuasan… puas merasa sakit .. lega saat merasa sakit …. mungkin kaya lagunya ‘Lady Antebelumm yang Need You Now… –> Rather Hurt than feeling nothing at all ‘
bagaimana cara menikmati sakit … seperti judul di blog ini –> jalani saja karena pada akhirnya definisi rasa sakit pun ga jauh dari rasa2 lainnya… semua cuma permainan zat kimia di dalam otak
. toh kita yg mengendalikan tubuh kita… bukan sebaliknya …
By: nia on August 23, 2011
at 6:10 am